Friday, May 14, 2010

Kelainan Sperma Penghambat Kesuburan


Selama ini, wanita seringkali dianggap sebagai penyebab pasangan suami istri sulit memiliki momongan. Ternyata, berdasarkan penelitian dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), ternyata 11-15 persen pasangan sulit memiliki keturunan disebabkan oleh faktor infertilitas dari suami.

Sperma suami yang tidak berkualitas menjadi salah satu ‘biang keladi’ sulitnya mendapat momongan. "Meski persentasenya kecil, namun hal ini perlu diwaspadai," ujar Dr John Dean, spesialis pengobatan seksual dari South Devon Healthcare.

Walaupun peran pria dalam proses reproduksi sangat kecil, namun pria tetap harus ‘menyumbangkan’ sperma yang baik dan berkualitas supaya pembuahan berhasil. Kriteria sperma yang baik berdasarkan ketetapan WHO yakni volumenya mencapai 2-5 CC, bentuknya harus nampak seperti cairan berwarna putih keruh atau berwarna putih murtiara dengan kekentalan biasa.

Sperma tidak boleh terlampau encer. Dan, ciri sperma yang baik memiliki bau yang khas bukan berbau busuk. Sedangkan secara mikroskopis, pria yang dianggap subur idealnya harus mengeluarkan sel sperma lebih dari 40 juta. Selain itu, gerakan sperma untuk menuju sel telur pun harus gesit dan bergerak lurus atau zig-zag.

Lantas, sperma seperti apa yang meengalami kelainan? Ada beberapa istilah untuk nama lain kelainan pada sperma. Pria infertilitas bisa disebabkan jumlah sperma yang dikeluarkan tidak memenuhi standar (Oligozoospermia). Ada pula jenis kelainan yang menunjukkan sperma tidak bisa bergerak dengan baik (Astenozoospermia).

Bahkan ada juga pria yang memiliki kelainan, selalu mengeluarkan cairan tapi tidak mengandung sperma (Azoospermia) atau bisa juga seorang pria tidak mengeluarkan cairan sperma sama sekali (Aspermia).

"Kelainan ini bisa terjadi akibat faktor genetik yang sulit dicegah. Atau, akibat faktor organik karena memiliki kelainan penis. Normalnya, ‘junior’ mengeluarkan cairan di bagian ujung. Jika tidak berarti bisa menghambat proses masuknya cairan ke dalam sel telur tidak tepat sasaran. Pria juga sebaiknya memeriksakan diri ke dokter untuk mengetahui apakah testis sebagai pabrik penghasil sperma masih berfungsi atau tidak," ujar Dr Dean.

Namun, jangan khawatir ketidaksuburan pada pria juga masih bisa dicegah. Antara lain, jangan sampai terkena penyakit menular seksual (PMS), jalani pola hidup sehat, hindari paparan medan elektrostatik, elektromagnetik, hindari rokok, dan konsumsi suplemen.

"Ponsel sebaiknya jangan diletakkan di saku celana. Meski mengandung gelombang elektromagnetik dan elektrostatik yang sangat kecil namun bisa berpengaruh pada jumlah produksi sperma dan kualitasnya. Jangan terlampau lama berada di depan komputer. Sesekali tinggalkan meja kerja minimal satu jam. Dan, banyak-banyaklah mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin E dan C," katanya.

sumber : vivanews.com

Sunday, May 9, 2010

Segera Hadir, Obat Penyakit Lupus

Harapan pasien penyakit lupus akan hadirnya obat yang bisa memberi kesembuhan tampaknya akan terjawab. Sejenis obat hasil kerJasama Human Genome Science dan GlaxoSmithKline dinyatakan lolos dari uji klinis kedua dan berpotensi menjadi obat pertama lupus dalam satu dekade terakhir.

Dari hasil uji klinis yang dilakukan terhadap pasien, diketahui obat yang sementara disebut Benlysta tersebut mampu menekan sistem imun yang menyerang organ tubuh pasien penyakit lupus.

Penyakit lupus adalah penyakit sistem daya tahan, atau penyakit autoimun, artinya tubuh pasien lupus membentuk antibodi yang salah arah, merusak organ tubuh sendiri, seperti ginjal, hati, sendi, sel darah merah, leukosit, atau trombosit. Antibodi seharusnya berfungsi untuk melawan bakteri ataupun virus yang masuk ke dalam tubuh.

"Hasil uji klinis menunjukkan Benlysta sebagai obat yang potensial untuk menjadi obat pertama yang mampu menyembuhkan pasien penyakit sistemik lupus. Ini akan jadi yang pertama setelah beberapa dekade," kata Thomas Watkins, Presiden Human Genome.

Dalam proyek uji klinis Bliss-76 para peneliti melibatkan 865 pasien lupus. Selama 52 minggu para pasien diminta mengonsumsi 10 miligram Benlysta ditambah terapi steorid. Hasilnya, 43 persen pasien menunjukkan tingkat kesembuhan yang baik bila dibandingkan dengan 33 persen dari kelompok pasien yang mendapat plasebo.

Hasil uji klinis yang dilakukan terhadap 860 pasien di Asia, Amerika Selatan, dan Eropa Timur juga menunjukkan hasil yang serupa. Menurut rencana para peneliti akan mendaftarkan obat ini ke lembaga Food and Drug Administration untuk mendapat persetujuan dan bisa diedarkan di tahun 2010.

Dikutip dari kompas.com

Saturday, May 8, 2010

LUPUS


Penyakit LUPUS adalah penyakit baru yang mematikan setara dengan kanker. Tidak sedikit pengindap penyakit ini tidak tertolong lagi, di dunia terdeteksi penyandang penyakit Lupus mencapai 5 juta orang, lebih dari 100 ribu kasus baru terjadi setiap tahunnya.
Arti kata lupus sendiri dalam bahasa Latin berarti “anjing hutan”. Istilah ini mulai dikenal sekitar satu abad lalu. Awalnya, penderita penyakit ini dikira mempunyai kelainan kulit, berupa kemerahan di sekitar hidung dan pipi . Bercak-bercak merah di bagian wajah dan lengan, panas dan rasa lelah berkepanjangan , rambutnya rontok, persendian kerap bengkak dan timbul sariawan. Penyakit ini tidak hanya menyerang kulit, tetapi juga dapat menyerang hampir seluruh organ yang ada di dalam tubuh.
Gejala-gejala penyakit dikenal sebagai Lupus Eritomatosus Sistemik (LES) alias Lupus. Eritomatosus artinya kemerahan. sedangkan sistemik bermakna menyebar luas keberbagai organ tubuh. Istilahnya disebut LES atau Lupus. Gejala-gejala yang umum dijumpai adalah:
1. Kulit yang mudah gosong akibat sinar matahari serta timbulnya gangguan pencernaan.
2. Gejala umumnya penderita sering merasa lemah, kelelahan yang berlebihan, demam dan pegal-pegal. Gejala ini terutama didapatkan pada masa aktif, sedangkan pada masa remisi (nonaktif) menghilang.
3. Pada kulit, akan muncul ruam merah yang membentang di kedua pipi, mirip kupu-kupu. Kadang disebut (butterfly rash). Namun ruam merah menyerupai cakram bisa muncul di kulit seluruh tubuh, menonjol dan kadang-kadang bersisik. Melihat banyaknya gejala penyakit ini, maka wanita yang sudah terserang dua atau lebih gejala saja, harus dicurigai mengidap Lupus.
4. Anemia yang diakibatkan oleh sel-sel darah merah yang dihancurkan oleh penyakit LUPUS ini
5. Rambut yang sering rontok dan rasa lelah yang berlebihan
Dr. Rahmat Gunadi dari Fak. Kedokteran Unpad/RSHS menjelaskan, penyakit lupus adalah penyakit sistem imunitas di mana jaringan dalam tubuh dianggap benda asing. Reaksi sistem imunitas bisa mengenai berbagai sistem organ tubuh seperti jaringan kulit, otot, tulang, ginjal, sistem saraf, sistem kardiovaskuler, paru-paru, lapisan pada paru-paru, hati, sistem pencernaan, mata, otak, maupun pembuluh darah dan sel-sel darah.
“Penyakit ini dapat mengenai semua lapisan masyarakat, 1-5 orang di antara 100.000 penduduk, bersifat genetik, dapat diturunkan. Wanita lebih sering 6-10 kali daripada pria, terutama pada usia 15-40 tahun. Bangsa Afrika dan Asia lebih rentan dibandingkan kulit putih. Dan tentu saja, keluarga Odapus. Timbulnya penyakit ini karena adanya faktor kepekaan dan faktor pencetus yaitu adanya infeksi, pemakaian obat-obatan, terkena paparan sinar matahari, pemakaian pil KB, dan stres,” ujarnya. Penyakit ini justru kebanyakaan diderita wanita usia produktif sampai usia 50 tahun sekalipun ada juga pria yang mengalaminya. Oleh karena itu dianggap diduga penyakit ini berhubungan dengan hormon estrogen.
Pada kehamilan dari perempuan yang menderita lupus, sering diduga berkaitan dengan kehamilan yang menyebabkan abortus, gangguan perkembangan janin atau pun bayi meninggal saat lahir. Tetapi hal yang berkebalikan juga mungkin atau bahkan memperburuk geja LUPUS. Sering dijumpai gejala Lupus muncul sewaktu hamil atau setelah melahirkan.
Tubuh memiliki kekebalan untuk menyerang penyakit dan menjaga tetap sehat. Namun, dalam penyakit ini kekebalan tubuh justru menyerang organ tubuh yang sehat. Penyakit Lupus diduga berkaitan dengan sistem imunologi yang berlebih. Dalam tubuh seseorang terdapat antibodi yang berfungsi menyerang sumber penyakit yang akan masuk dalam tubuh. Uniknya, penyakit Lupus ini antibodi yang terbentuk dalam tubuh muncul berlebihan. Hasilnya, antibodi justru menyerang sel-sel jaringan organ tubuh yang sehat. Kelainan ini disebut autoimunitas . Antibodi yang berlebihan ini, bisa masuk ke seluruh jaringan dengan dua cara yaitu :
Pertama, antibodi aneh ini bisa langsung menyerang jaringan sel tubuh, seperti pada sel-sel darah merah yang menyebabkan selnya akan hancur. Inilah yang mengakibatkan penderitanya kekurangan sel darah merah atau anemia.
Kedua, antibodi bisa bergabung dengan antigen (zat perangsang pembentukan antibodi), membentuk ikatan yang disebut kompleks imun.Gabungan antibodi dan antigen mengalir bersama darah, sampai tersangkut di pembuluh darah kapiler akan menimbulkan peradangan. Dalam keadaan normal, kompleks ini akan dibatasi oleh sel-sel radang (fagosit) Tetapi, dalam keadaan abnormal, kompleks ini tidak dapat dibatasi dengan baik. Malah sel-sel radang tadi bertambah banyak sambil mengeluarkan enzim, yang menimbulkan peradangan di sekitar kompleks. Hasilnya, proses peradangan akan berkepanjangan dan akan merusak organ tubuh dan mengganggu fungsinya. Selanjutnya, hal ini akan terlihat sebagai gejala penyakit. Kalau hal ini terjadi, maka dalam jangka panjang fungsi organ tubuh akan terganggu.
Kesembuhan total dari penyakit ini, tampaknya sulit. Dokter lebih berfokus pada pengobatan yang sifatnya sementara.Lebih difokuskan untuk mencegah meluasnya penyakit dan tidak menyerang organ vital tubuh.

Dari berbagai sumber

Thursday, May 6, 2010

Kanker Payudara


Apakah kanker payudara itu ?
Bila pada suatu tempat di badan kita terdapat pertumbuhan sel-sel yang berlebihan, maka akan terjadi suatu benjolan atau tumor. Tumor ini dapat bersifat jinak maupun ganas. Tumor yang ganas inilah yang disebut dengan kanker. Tumor ganas mempunyai sifat yang khas, yaitu dapat menyebar luas ke bagian lain di seluruh tubuh untuk berkembang menjadi tumor yang baru. Penyebaran ini disebut metastase. Kanker mempunyai karakteristik yang berbeda-beda. Ada yang tumbuh secara cepat, ada yang tumbuh tidak terlalu cepat, seperti kanker payudara.
Sel kanker payudara yang pertama dapat tumbuh menjadi tumor sebesar 1 cm pada waktu 8-12 tahun. Sel kanker tersebut diam pada kelenjar payudara. Sel-sel kanker payudara ini dapat menyebar melalui aliran darah ke seluruh tubuh. Kapan penyebaran itu berlangsung, kita tidak tahu. Sel kanker payudara dapat bersembunyi di dalam tubuh kita selama bertahun-tahun tanpa kita ketahui, dan tiba-tiba aktif menjadi tumor ganas atau kanker.
Perkembangan kanker
Stadium I (stadium dini)
Besarnya tumor tidak lebih dari 2 - 2,25 cm, dan tidak terdapat penyebaran (metastase) pada kelenjar getah bening ketiak. Pada stadium I ini, kemungkinan penyembuhan secara sempurna adalah 70 %. Untuk memeriksa ada atau tidak metastase ke bagian tubuh yang lain, harus diperiksa di laboratorium.
Stadium II
Tumor sudah lebih besar dari 2,25 cm dan sudah terjadi metastase pada kelenjar getah bening di ketiak. Pada stadium ini, kemungkinan untuk sembuh hanya 30 - 40 % tergantung dari luasnya penyebaran sel kanker. Pada stadium I dan II biasanya dilakukan operasi untuk mengangkat sel-sel kanker yang ada pada seluruh bagian penyebaran, dan setelah operasi dilakukan penyinaran untuk memastikan tidak ada lagi sel-sel kanker yang tertinggal.
Stadium III
Tumor sudah cukup besar, sel kanker telah menyebar ke seluruh tubuh, dan kemungkinan untuk sembuh tinggal sedikit. Pengobatan payudara sudah tidak ada artinya lagi. Biasanya pengobatan hanya dilakukan penyinaran dan chemotherapie (pemberian obat yang dapat membunuh sel kanker). Kadang-kadang juga dilakukan operasi untuk mengangkat bagian payudara yang sudah parah. Usaha ini hanya untuk menghambat proses perkembangan sel kanker dalam tubuh serta untuk meringankan penderitaan penderita semaksimal mungkin.
Pencegahan awal
Perlu untuk diketahui, bahwa 9 di antara 10 wanita menemukan adanya benjolan di payudaranya. Untuk pencegahan awal, dapat dilakukan sendiri. Sebaiknya pemeriksaan dilakukan sehabis selesai masa menstruasi. Sebelum menstruasi, payudara agak membengkak sehingga menyulitkan pemeriksaan. Cara pemeriksaan adalah sebagai berikut :
• Berdirilah di depan cermin dan perhatikan apakah ada kelainan pada payudara. Biasanya kedua payudara tidak sama, putingnya juga tidak terletak pada ketinggian yang sama. Perhatikan apakah terdapat keriput, lekukan, atau puting susu tertarik ke dalam. Bila terdapat kelainan itu atau keluar cairan atau darah dari puting susu, segeralah pergi ke dokter.
• Letakkan kedua lengan di atas kepala dan perhatikan kembali kedua payudara.
• Bungkukkan badan hingga payudara tergantung ke bawah, dan periksa lagi.
• Berbaringlah di tempat tidur dan letakkan tangan kiri di belakang kepala, dan sebuah bantal di bawah bahu kiri. Rabalah payudara kiri dengan telapak jari-jari kanan. Periksalah apakah ada benjolan pada payudara. Kemudian periksa juga apakah ada benjolan atau pembengkakan pada ketiak kiri.
• Periksa dan rabalah puting susu dan sekitarnya. Pada umumnya kelenjar susu bila diraba dengan telapak jari-jari tangan akan terasa kenyal dan mudah digerakkan. Bila ada tumor, maka akan terasa keras dan tidak dapat digerakkan (tidak dapat dipindahkan dari tempatnya). Bila terasa ada sebuah benjolan sebesar 1 cm atau lebih, segeralah pergi ke dokter. Makin dini penanganan, semakin besar kemungkinan untuk sembuh secara sempurna
• Lakukan hal yang sama untuk payudara dan ketiak kanan.
Pengobatan lanjut
Bila ditemukan adanya benjolan, biasanya dokter akan menyarankan untuk dilakukan pemeriksaan mammografie. Mammografie adalah pemeriksaan payudara dengan alat rontgen dan merupakan suatu cara pemeriksaan yang sederhana, tidak sakit, dan hanya memakan waktu 5 - 10 menit saja. Saat terbaik untuk menjalani pemeriksaan mammografie adalah seminggu setelah selesai menstruasi. Caranya adalah meletakkan payudara secara bergantian antara 2 lembar alas, kemudian dibuat foto rontgen dari atas ke bawah, kemudian dari kiri ke kanan. Hasil foto ini akan diperiksa oleh dokter ahli radiologi. Sebuah benjolan sebesar 0,25 cm sudah dapat terlihat pada mammogram.
Cara lainnya adalah dengan operasi kecil untuk mengambil contoh jaringan (biopsi) dari benjolan itu, kemudian diperiksa di bawah mikroskop laboratorium patologi anatomi. Bila diketahui dan dipastikan bahwa benjolan itu adalah kanker, maka payudara harus diangkat seluruhnya untuk menghindari penyebaran ke bagian tubuh yang lain.
Siapakah yang harus menjalani pemeriksaan mammografie ?
• Wanita yang berumur lebih dari 50 tahun.
• Wanita yang memiliki ibu atau saudara perempuan yang pernah menderita kanker payudara.
• Wanita yang pernah menjalani pengangkatan salah satu payudaranya. Wanita dalam golongan ini harus berada dalam pengawasan yang ketat.
• Wanita yang belum pernah melahirkan anak. Ternyata pada golongan ini sering dijumpai serangan kanker payudara.

dari berbagai sumber

Ragam Sakit Kepala


Sakit kepala adalah salah satu gangguan medis yang paling umum dikeluhkan pasien. Sakit kepala didefinisikan sebagai rasa sakit di wilayah kepala, yang meliputi kulit, otot, pembuluh darah, sinus, struktur gigi, dan saraf kranial.

Ada dua jenis sakit kepala. Sakit kepala primer yang disebabkan disfungsi bagian tertentu sehingga menyebabkan nyeri di kepala. Sedangkan sakit kepala sekunder biasa disebabkan penyakit.

Simak lima jenis sakit kepala yang dipaparkan Mayo Clinic, seperti dikutip dari laman Live Strong, berikut ini.

Vaskular
Sakit kepala ini terjadi sebagai akibat rasa sakit yang dihasilkan oleh pelebaran pembuluh darah di kepala. Jenis paling umum adalah migrain, yang diidap sekitar 28 juta orang di Amerika Serikat.

Migrain terjadi berulang-ulang antara empat hingga 27 jam. Rasa sakitnya bervariasi mulai tingkat moderat sampai parah dengan kedua sisi atau satu sisi kepala berdenyut. Gejala migrain yang lain adalah aura visual atau sensori, mual, muntah dan peka terhadap cahaya, dan atau suara. Migrain lebih banyak menyerang wanita daripada pria.

Cluster
Cluster adalah jenis lain dari sakit kepala vaskular. Sakit kepala ini lebih banyak terjadi pada pria dibanding wanita dengan rasio 6:1. Sakit kepala cluster biasanya menyebabkan sakit yang sangat menyiksa antara 15 sampai 180 menit di area belakang mata atau puncak kepala. Sakit kepala cluster biasanya kambuh pada waktu tertentu, seperti sebelum tidur.

Myogenic
Myogenic sakit kepala yang disebabkan ketegangan otot leher, bahu, kulit kepala atau rahang. Jenis sakit kepala ini sering dipicu oleh stres, kecemasan atau depresi. Sakit kepala jenis ini ditandai dengan nyeri ringan sampai sedang, dan sering disertai hilangnya nafsu makan.

Inflamasi
Sakit kepala adalah sakit kepala sekunder yang disebabkan oleh penyakit atau gangguan peradangan di kepala. Jenis sakit kepala inflamasi yang paling umum adalah sakit kepala akibat peradangan sinus disertai alergi. Penyebab lain sakit kepala inflamasi adalah meningitis, yaitu radang selaput di sekitar otak dan sumsum tulang belakang.

Traksi
Sakit kepala traksi disebabkan oleh massa atau lesi yang menekan struktur dan pembuluh darah di kepala. Kondisi ini diakibatkan tumor metastatik, abses atau hematoma, pembengkakan yang dipenuhi darah. Jenis sakit kepala ini sering makin parah di pagi hari, saat batuk, buang air kecil atau tegang.

sumber: Vivinews.com

Saatnya Mencegah Kanker Serviks



Kanker merupakan salah satu jenis penyakit
yang sudah tak asing lagi ditelinga. Berbagai jenis kasus baru ditemukan, namun
jenis kasus Kanker manakah yang paling tinggi prevalensinya, khususnya di
kalangan perempuan? Dan bagaimanakah cara untuk mencegahnya? Belakangan
ini mulai marak terdengar berita-berita mengenai kenker serviks. Apakah
sebenarnya kanker serviks? Seberapa seringkah kanker serviks terjadi pada
perempuan Indonesia?
Kanker serviks (cervical cancer) adalah kanker yang terjadi pada area
leher rahim atau serviks. Serviks merupakan bagian rahim yang berhubungan
dengan vagina. Kanker serviks merupakan kanker nomor dua yang paling
sering menyerang perempuan di seluruh dunia. Dan juga merupakan kanker kedua
yang paling sering menyebabkan kematian. Di Indonesia sendiri, diperkirakan
setiap harinya terjadi 41 kasus baru kenker serviks dan 20 perempuan meninggal
dunia karena penyakit tersebut. Tingginya angka ini biasanya disebabkan oleh
rendahnya pengetahuan dan kesadaran akan bahaya kanker serviks.

Kanker serviks cenderung muncul pada perempuan
berusia 35-55 tahun, namun dapat pula muncul pada perempuan dengan usia yang lebih
muda. Penyebab dari kanker ini adalah virus yang dikenal sebagai Human
papilloma virus (HPV), yaitu sejenis virus yang menyerang manusia.
Terdapat 100 tipe HPV di mana sebagian besar tidak bahaya, tidak menimbulkan
gejala yang terlihat dan akan hilang dengan sendirinya. Infeksi HPV paling sering
terjadi pada kalangan dewasa muda (18-28 tahun). Perkembangan HPV ke arah
kanker serviks pada infeksi pertama tergantung dari jenis HPV-nya. HPV tipe
risiko
rendah atau tinggi dapat menyebabkan kelainan yang disebut pra kanker. Tipe HPV
yang berisiko rendah hampir tidak berisiko, tapi dapat menimbulkan genital
warts (penyakit kutil kelamin). Walaupun sebagian besar infeksi HPV akan
sembuh dengan sendirinya dalam 1-2 tahun karena adanya system kekebalan tubuh
alami, namun infeksi yang menetap yang disebabkan oleh HPV tipe tinggi dapat
mengarah pada kenker serviks. Dan dapat berkembang tanpa terkontrol dan dapat
menjadi tumor.

Gejala kanker serviks pada kondisi pra-kanker
ditandai dengan ditemukannya sel-sel abnormal di bagian bawah serviks yang
dapat dideteksi melalui tes Pap Smear, atau yang baru-baru ini disosialisasikan
yaitu dengan Inspeksi Visual dengan Asam Asetat. Sering kali kanker serviks
tidak menimbulkan gejala. Namun bila sudah berkembang menjadi kanker serviks,
barulah muncul gejala-gejala seperti pendarahan serta keputihan pada
vagina yang tidak normal, sakit saat buang air kecil dan rasa sakit saat
berhubungan seksual. HPV dapat menginfeksi semua orang karena HPV dapat
menyebar melalui hubungan seksual. Wanita yang berhubungan seksual dibawah usia
20 tahun serta sering berganti pasangan beresiko tinggi terkena infeksi. Namun
hal ini tak menutup kemungkinan akan terjadi pada wanita yang telah setia pada
satu pasangan saja.

Saat ini kanker serviks dapat dicegah dengan
pemberian vaksin HPV. Langkah ini dapat membantu memberikan perlindungan
terhadap beberapa tipe HPV yang dapat menyebabkan masalah dan komplikasi
seperti kanker serviks dan genital warts. Vaksin ini sebaiknya diberikan pada
perempuan muda sedini mungkin, karena tingkat imunisasi tubuh serta pertumbuhan
dan reproduksi sel di area serviks masih sangat baik. Vaksinasi merupakan
metode deteksi dini sebagai upaya mencegah kanker serviks. Melalui vaksinasi semakin besar kesempatan
disembuhkannya penyakit ini dan semakin besar kemungkinan untuk menekan angka
kasus kanker serviks yang mengancam kaum perempuan. Untuk itu, segera hubungi
dokter anda untuk membantu pencegahan kanker serviks. Ayo bantu cegah kanker
serviks sekarang!

sunber: http://id.shvoong.com
powered by Blogger | WordPress by Newwpthemes | Converted by BloggerTheme